siap wbbm
bea cukai surakarta tidak menerima gratifikasi
Banner siap wbbm
Maklumat Pelayanan new
gratifikasi web
bannermedsos
previous arrow
next arrow

Profil Kantor

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Surakarta merupakan kantor vertikal pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang melayani dan mengawasi kegiatan Kepabeanan dan Cukai di Wilayah Surakarta, Karanganyar,  Sukoharjo, Boyolali, Sragen, Klaten dan Wonogiri

Berita Terkini

sharing session pembangunan zoba integritas di rupbasan surakarta

Bea Cukai Surakarta Bagikan Pengalaman Pembangunan Zona Integritas kepada Rupbasan Kelas I Surakarta

Karanganyar, 03 Agustus 2022 – Bea Cukai Surakarta menghadiri undangan sharing session dari Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas I Surakarta (Rupbasan Surakarta) pada Rabu (03/08). Dalam sharing session kali ini Bea Cukai Surakarta diundang menjadi narasumber untuk membagikan pengalaman dalam Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang...

Selengkapnya

Informasi Layanan

Frequently Asked Questions

Apa itu IMEI ?

IMEI merupakan identitas resmi yang dimiliki oleh HP. Ibaratnya, ini adalah KTP bagi HP. Berbekal IMEI, kita bisa mengecek semua informasi seperti asal negara, dari pabrik mana HP kamu dibuat, hingga nomor model.

Bagaimana cara registrasi IMEI untuk perangkat gadget hand carry?

Pertama, unduh aplikasi Mobile Bea Cukai atau kunjungi www.beacukai.go.id. kemudian isi formulir data diri, flight number, spesifikasi gadget dan isian yang lainnya.

Kedua, setelah formulir diisi lengkap, maka akan mendapatkan QR Code dan Registration ID


Apa peran Bea Cukai dalam melakukan pengawasan terhadap IMEI?

Pemerintah melalui Bea Cukai melakukan tindakan pengawasan atas barang-barang elektronik seperti HKT yang masuk dari luar negeri ke Indonesia dengan melakukan pengendalian/registrasi IMEI. 

Berapa biaya untuk melakukan registrasi IMEI ?

Atas perangkat gadget dikenakan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (BM & PDRI) sebesar BM 10%, PPN 10% dan PPh Pasar 22 Impor 10% (jika menunjukkan NPWP) atau 20% (jika tidak)